Original Post from ataphijau.com
Kisah 1:
Lelaki ini adalah think tank di dalam Perang Khandaq. Di Madinah, seorang muslimah telah mengambil hatinya…
Bukan sebagai kekasih..tetapi sebagai pilihan hati. Pilihan menurut perasaan yang halus dan suci..pilihan untuk dinikahinya.
Tetapi Madinah adalah tempat yang asing baginya. Madinah memiliki adat, bahasa, dan wajah-wajah yang belum begitu dikenalinya. Pemuda itu berfikir, melamar seorang gadis tempatan tentu menjadi urusan yang pelik bagi seorang pendatang.
Mestilah perlu ada seorang yang akrab dengan tradisi di Madinah berbicara untuknya dalam khithbah…
Maka pemuda ini menyampaikan isi hatinya kepada sahabat Ansar yang dipersaudarakan kepadanya, Abu Dharda’.
“Subhanallah, walhamdulillah ..”, girang Abu Dharda’ mendengarnya.
Maka setelah dilakukan segala persiapan, beriringanlah kedua sahabat itu menuju ke sebuah rumah di penjuru kota Madinah.
Rumah seorang wanita yang solehah lagi bertaqwa.
“Saya adalah Abu Dharda’ dan ini adalah saudara saya, Salman seorang Parsi. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah SAW, sehingga baginda menyebut beliau sebagai ahli baitnya. Saya datang untuk mewakilisaudara saya ini melamar puteri anda untuk disunting”, fasih Abu Dharda’ menutur bicaranya.
“Adalah satu penghormatan bagi kami menerima anda berdua, sahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah penghormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang sahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak menerima ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami”. Tuan rumah memberi isyarat kea rah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan penuh debaran.
“Maafkan kami kerana terpaksa berterus terang”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang berbicara mewakili puterinya. “Tetapi kerana anda berdua yang datang, maka dengan mengharap redha Allah saya menjawab bahawa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Dharda’ juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menerima pinangan itu.”
Jelas sekali. Sikap terus terang yang begitu mengejutkan, ironi dan indah! Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya!
Ya, memang mengejutkan dan ironi. Apa yang indahnya?? Yang indahnya adalah reaksi Salman. Bayagkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat di dalam hati.
“Allahu Akbar!!” seru Salman. “Semua mahar dan nafkah yang telah ku sediakan akan aku serahkan kepada Abu Dharda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”
Cinta memang tak harus memiliki…
Kisah 2:
Lelaki ini adalah sebaik-baik raja. Pemerintah selepas Khalifah Ali bin Abu Talib…
Hatinya bergetar dan ia tahu dia telah jatuh cinta.. Pada seorang muslimah solehah, iaitu rakyatnya sendiri
Tiada ada yang istimewa pada wanita itu dari segi kecantikannya. Namun itu lah yang membuatnya jatuh cinta.
Maka dengan kekuasaanya ia menikahi wanita itu…
Tapi dia tidak tahu yang dia tak pernah mampu menikahi hati wanita itu.
Wanita itu telah melatakan hatinya pada pemuda desanya….
Hingga di keheningan malam di 1/3 terakhir, terdengarlah olehnya bait-bait puisi dalam lantunan doa…. Tentang kerinduannya pada pemuda desa itu…
Dia sedar. Ini adalah deklarasi jiwa isterinya. “Aku Tak Mencintaimu”
Maka dengan berat hati. Dia menceraikan isterinya.
Lelaki ini adalah Muawiyyah bin Abu Sufyan. Duta pertama dari Rasulullah SAW yang datang dan melaporkan keadaan Kepulauan Nusantara kepada Nabi SAW
Cinta memang tak harus memiliki…
Kisah 3:
Lelaki ini adalah ideologi Ikhwanul Muslimin. Orang nombor dua yang sangat berpengaruh setelah Hasan Al-Banna, pada harakah itu..
Ia adalah lelaki soleh. Dulu dia pernah jatuh cinta pada gadis desanya. Namun gadis desa itu menikah.. 3 tahun setelah lelaki ini pergi belajar ke luar negeri untuk belajar. Hal ini membuat ia sedih namun ia tidak mahu larut dalam kesedihannya.
Kisah cintanya mulai dari awal lagi. Ia kemudian jatuh hati pada wanita Cairo. Meskipun tidak terlalu cantik, ia tertarik pada gelombang unik yang keluar dari sorot mata wanita tersebut.
Tapi pengakuan bahawa gadis tersebut pernah menjalin cinta dengan lelaki lain, membuat runtuh cinta lelaki ini.
Ia hanya ingin wanita yang benar-benar perawan, baik fizikal mahupun hatinya. Akhirnya ia membatalkan niatnya menikahi gadis tersebut. Hal ini membuat lelaki itu sedih cukup lama….
Sampai kemudian ia putuskan untuk menerima kembali wanita tersebut. Namun apa yang terjadi? Ditolak. Inilah yang kemudian membuat lelaki itu menulis roman-roman kesedihannya.
Yang luar biasa adalah, lelaki ini sedar dirinya berada dalam alam realiti. Bukan dalam dunia ideal yang indah dan ideal.
Kalau cinta tidak mahu menerimanya, biarlah ia mencari sumber kekuatan lain yang lebih hebat dari cinta. “Allah”.
Kekuatan itulah yang kemudian membawanya ke penjara selama 15 tahun. Menulis karya agungya Tafsir “Fi Zilaalil Qur’an”
Dan syahid di tiang gantungan. Sendiri!!! Tidak ada air mata, tidak ada kecupan, tidak ada sentuhan wanita. Benar-benar sendirian!!
Lelaki ini adalah Sayyid Qutb.
Lelaki yang Allah Maha Tahu… Bahawa dirinya lebih dihajatkan langit… Daripada wanita bumi….
Cinta memang tak harus memiliki…
Kisah 4:
Lelaki ini adalah Khalifah ke empat, setelah Usman bin Affan…
Dia memandang seorang budak perempuan. Di pelataran rumah seorang sahabatnya…
‘Aisyah binti Thalhah, nama gadis itu…
Maka teringatlah kembali kenangan tentang sahabatnya itu ….Thalhah..
Thalhah lah lelaki yang mengatakan pada perang Uhud..
“Khudz bidaamii hadzal yauum, hattaa tardhaa…”.“ Ya Allah, ambil darahku hari ini sekehendakMu hingga Engkau redha.” Tombak, pedang, dan panah yang menyerpih tubuh dibiarkannya, dipeluknya badan sang Nabiseolah tak rela seujung bulu pun terkena.
Tapi ia juga yang membuat Arasy Allah bergetar dengan perkataannya. Maka Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat 53 surat Al Ahzab.
Ini di sebabkan ketika Thalhah berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya.
Rasulullah datang, dan wajah beliau seperti tidak suka. Dengan isyarat, baginda SAW meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik.
Wajah Thalhah merah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati, “Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”
Maka bergetarlah langit..
“Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”
(QS Al Azhab 53)
Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Dia lalu memerdekakan hambanya, menyumbangkan 10 untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya.
Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan nama ‘Aisyah.
‘Aisyah binti Thalhah. Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya. Persis seperti ‘Aisyah binti Abu Bakar yang pernah dicintai Thalhah.
Cinta memang tak harus memiliki…
Pada Salman..
Pada Mu’awiyyah
Pada Sayyid Qutb
Pada Thalhah
Kita belajar bahawa cinta itu harus diletakkan di tangan, bukan di hati kerana sebelum akad diucapkan, tidak ada hak pada dirimu akan wanita yang engkau cintai itu…..!!
Engkau hanya punya doa dan ikhtiar. Selanjutnya biarlah Allah yang menentukan akhir kisah kita…..
Tiada air mata untuk mengenang kegagalan cinta mereka..
Yang ada hanyalah air mata dalam doa-doa mereka. Semoga Allah memberikan gantinya yang lebih baik.. Lebih dari segala-galanya. .Dibanding wanita itu…..
Wednesday, November 10, 2010
Cinta - Takdir atau UjianNya
Posted by fatahensem at 8:27 AM 0 comments
Sunday, November 7, 2010
wahai muharrik semua!
Assalamualaikum kepada jundullah semua...
Ana kongsikan sedikit daripada Daurah yang ana ikut dan pernah ana baca semasa dibangku sekolah ...
.....
Jundullah adalah orang-orang yang telah mengkhidmatkan dirinya pada jalan Allah dengan membawa nilai-nilai Rabbani dan menyeru manusia kepadanya. Mereka adalah orang-orang yang memberikan loyalitas (wala’) hanya kepada Allah, Rasul, dan orang-orang yang beriman.
Dalam memperjuangkan dan menyeru manusia pada nilai-nilai Rabbani, seorang Jundullah harus memiliki bekal. Mana mungkin ia dapat mengajak manusia kepada kebenaran, sedangkan ia tidak mengetahui bekal apa yang harus dibawa. Yang disoroti adalah tentang intelektualitas dan akhlak seorang Jundullah, suatu aspek yang sangat penting dan mendasar.
Uraian kajian di bawah ini sangat komprehensif sehingga dengannya seseorang siap menjadi Jundullah; golongan yang akan dimenangkan Allah dalam medan kehidupan.
Kata Hizbullah disebut dalam Al Qur’an sebanyak dua kali. Pertama di surah Al Mujaadilah dan yang kedua di surah Al Maaidah.
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalam-Nya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” (QS Al Mujaadilah:22)
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (Al Maidah: 54-56)
Dengan demikian, Hizbullah memiliki arah, yang cirinya adalah sebagai berikut:
1. Membebaskan diri dari musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya. Secara praktikal dengan tidak memberikan ketaatan kepada mereka, dan secara batin dengan tidak menyimpan kecintaan kepada mereka.
2. Memberikan wala’ kepada kaum Mu’minin dalam bentuk praktikal dan menumbuhkan kecintaan dalam hati. Kaum Mu’minin yang berhak diberikan wala’ ini adalah mereka yang telah melengkapi syarat keimanan, mendirikan shalat dan menunaikan zakat.
Sasaran-Sasaran Utama Hizbullah:
• Membentuk kepribadian manusia secara Islami
• Mendirikan negara Islam di setiap daerah
• Menyatukan umat Islam
• Menghidupkan kembali kekhalifahan
• Mendirikan negara Islam internasional
....
akan bersambung... jundullah itu sewajibnya melengkapkan diri dari segi peribadinya (akhlak) dan juga intelektualnya (thaqafah)
...p/s : mana mungkin seorang ikhwah itu mampu bertahan didalam perjuangan ini , sedangkan dia seorang yang buruk akhlaknya juga lemah inteleknya...
jadi persiapkan diri kita , marilah sama2 kita islahkan diri kita , dan berkorban untukNya...
Allahuakbar!
Posted by fatahensem at 2:36 PM 0 comments
Labels: tazkirah
Thursday, October 14, 2010
Dinar , Dirham ... kenapa kecoh sangat???
Askum ikhwah dan akhawat yang ana sayangi...
pertama sekali marilah sama2 kita lahirkan rasa `izzah dengan Islam , segala macam konsep dan sistem yang diaturkan oleh Allah s.w.t , sebagai panduan hidup kita di dunia ini...
hurm...bila sebut pasal dinar atau kongsi dengan orang lain tentang dinar , ada yang menerima dan ada yang gelak...even ikhwah ..huh!...
sebenarnya ... bila kita sebut tantang dinar ... sebenarnya kita patut rasa bangga dengan perubahan yang berlaku pada masa sekarang ...
masyarakat mula beralih kepada sistem kewangan Islam dan konsep matawang Islam...
dalam Islam memang special...bila emas dan perak didagangkan dalam urusan jual beli dan lain2 lagi ...sehinggalah ingin menyunting bunga ditaman , diagungkan juga dengan emas!
tapi sayang...umat Islam belum celik...teringat ana semasa pergi membeli 3 biji dinar untuk ikhwah lain...masuk jer pejabat yang bergrill besi 2 lapis dan privacy sifatnya , dipenuhi non-muslim...
barangkali mereka advance bab2 duit dan ekonomi ni....sedarlah waai umat Islam!
..................................................................................
masih x faham mengenai keagungan matawang Islam ?... ok ana simple kan..
1.cuba amek duit kertas then cut into pieces , ok dengan pieces tadi pergi beli barang...laku ke x?..hehe ... BUT ! kalau dinar emas dipotong 2 , 3 , 5...emas tetap ada nilai dan harga!
2.Baru2 ni inflasi berlaku dengan hebat di Vietnam...cetakan wang kertas dilakukan dengan sewenang2nya oleh Kerajaan Junta , namun rakyat lebih arif ...mereka telah bersedia dengan simpanan emas!
3.Jika perang berlaku , duit kertas x de harga!...emaslah menjadi urusan pada hari tu..
4.negara mana yang paling banyak mengumpul emas ?...jawabnya Israel dan US...mereka giat mengumpul emas dan menjual wang kertas kepada negara2 lain..amacam bijak x?
5.Kalau simpan duit dalam bank dapat apa?...cuba tengok kalau beli dinar/emas...nilainya naik setiap hari...cuba rujuk harga dinar yang menggila naik..hari demi hari.. http://www.publicdinar.com/
.................................................................................
ok la last sekali ana bagi hadis...hai kalau x tergerak nak kumpul emas gak tak tahulah nak cakap apa lagi...
Hadis berkaitan dinar.
Beberapa perkataan dinar dan dirham tercatat dalam Hadis Rasulullah SAW:
Abu Bakar Ibn Abi Maryam melaporkan bahawa beliau mendengar Rasulullah SAW telah bersabda "Akan tiba suatu zaman di mana tiada apa yang bernilai dan boleh digunakan oleh umat manusia. Maka simpanlah dinar dan dirham (untuk digunakan). Hadis dari Musnad Imam Ahmad Ibn Hanbal
"Dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah, dinar yang engkau belanjakannya dalam membebaskan hamba. dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin. dan dinar yang engkau belanjakannya untuk ahli keluarga kamu. (Hadis)
Yang paling besar pahalanya (di sisi Allah) ialah dinar yang kamu belanjakannya untuk (memenuhi keperluan dan membangunkan potensi hidup) ahli keluarga kamu." (Hadis)
.....
Jadi... marilah ikhwah dan akhawat yang faham perjuangan ini sama2 kita bangunkan ekonomi islam dengan memahami hadis di atas..
wallahu`lam ... ok tunggu sambungannya nanti
wassalam
Posted by fatahensem at 7:34 AM 0 comments
Labels: tazkirah
Wednesday, October 6, 2010
Saya Sayang Sultan Saya

Askum ikhwah dan akhawat yang ana kasihi..
pada hari raya yang lepas ana telah menghadiri , reunion Sekolah rendah batch 1-9 , jadi nak dipendekkan cerita ... ada seorang parent , juga orang kuat Negeri Kelantan Exco Pembangunan Insan, Belia, Sukan & NGO , YB Abdul Fattah Mahmood, memberikan ucapan yang ana rasa sungguh kagum , terharu , dan bangga kerana mempunyai kerajaan negeri yang dipimpin oleh Sultan yang berakhlak mulia.
katanya , semasa pertabalan , Tuanku Muhammad Faris Petra Ibni Sultan Ismail Petra , pembaharuan pertama yang dititahkan oleh Tuanku Muhammad Faris Petra adalah supaya seruan “Daulat Tuanku” digantikan dengan seruan “Allahu Akbar”
setelah ditanya mengapa dititahkan demikian ... Tuanku menjawab , Baginda merasa dirinya kecil, berbanding dengan Allah Yang Maha Esa...
Kata YB lagi , Tuanku mengejutkannya melalui SMS di malam hari agar bangun berqiamullail...
Lihatlah .... inilah sifat pemerintah yang sebenar...
semoga negeriku terus berada dalam rahmat Allah Taala selamanya...
Umara` dan ulama` yang taat kepada Allah Taala...semoga kekal pemerintahan Islam di Kelantan ...
Ameen...
Posted by fatahensem at 10:34 PM 0 comments
Labels: tazkirah
Wednesday, August 25, 2010
Penyakit Poyoisme dan Duat !
astaghfirullah....penyakit ni mesti sama2 kita jauhi....
sesungguhnya syaitan hidup lebih lama daripada Adam, dan mereka tahu untuk menyesatkan anak cucu cicit nabi Adam , mengikut kepada golongan-golongan sasaran mereka.
tidak terlepas juga kita sebagai du`at...
diantara penyakit poyoisme yang melanda du`at adalah...
1.Rasa diri baik (cam baik) , orang lain jahat , taghut , dan sebagainya.
-Contohnya akan menggelengkan kepala bila seseorang melakukan kesalahan, tapi sebenarnya kita lupa , kita juga x terlepas daripada melakukannya.
2.Cakap banyak dan banyak berteori , memang diakui , sebab banyak sangat ilmu daripada marhalah tarbiyah yang kita ikut...
-tapi ingatlah As-Soff ayat 2.
3.Double standard bila bersama2 species yang sama.
-contoh paling simple adalah "ikhtilat" (ikhtilat yang menyusahkan), bajet malu2 bila melakukan gerak kerja dengan ikhwah dan akhawat , padahal ngan non-species , "x malu" pulak.
4.Rasa bagus bawa usrah, dan su`u zhon bila melihat ikhwah dan akhawat yang x belum bawa...
-ingatlah yang dah bawa , betul ker bawa? ... dan x bermakna yang belum bawa , x mahu bawa, mungkin tidak tahu cara dan belum bersedia.
5.Melaksanakan gerak kerja (amal jamai`)sebijik macam kelab biasa / persatuan, adab dalam jamai` entah kemana , taat dan thiqah kemana...
-contohnya , bila berbicara dengan syuyukh, menggunakan bahasa yang x patut bagi orang yang ditarbiyyah , dan tidak minta izin atau merujuk bila melakukan sesuatu.
6.Ego = Takabbur , riyak! , ini selalu terkena kepada qiadah dan jundi , bajet kepala sendiri , orang lain x pandai , orang lain x layak nak control aku!...
-Ingatlah ikhwah dan akhawat sekalian, buang perasaan ini jauh2 , ini lah perosak gerak kerja kita dan ukhuwwah kita, apa salahnya dengar nasihat daripada semua, bukankah lebih baik...
7.Buat kerja x sungguh2, bajet kerja dakwah macam main bola?
-be serius!, kita dipilih Allah Taala sebagai du`at dan amanah ini akan ditanya bila dah mati, so...kerja dakwah , actually , lesen kita lepas ngan DIA kat sana...BEWARE!...
8.Bajet buat kerja All Out! ... Actually , menipu diri sendiri...
-contoh , Ana da DF dah ... tapi semua x nak...(ingat dok planet pluto ker ?)... contoh lain ... Kat U ana , banyak wadah ...so susah .... ( huh! so wut??!! :P)...
9.Rasa syok sebab bersama species, rasa comfort zone ....
-hurm...best tul gi daurah bincang Muntalaq , ISK , bla2...(rasa diri cam baik) ..but x aplikasi apa yang dapat...
10.Mengungkit kerja2 dakwah dan tarbiyyah yang pernah dibuat (bahasa kasar x ikhlas! , angkut bakul masuk sendiri)...
-ana da buat itu ini, antum x pernah hargai....penat lah camni, kalau antum semua x tolong ana...(huhu bajet dia power sangat)...ingatlah Rasullah SAW dan para sahabat tidak pernah begini...kita baru buat sikit ...tu pun baru pinggiran2 dakwah ...bukannya real dakwah lagi...
11.Mengeluh 'masalah' ngan sama2 species ...
-x salah...tapi agak2lah, tengok jugaklah topik cane...nak mengeluh ...sepatutnya 2 per 3 malam ngan Allah Taala ... Dia Maha Mendengar..insyallah...
12.Tarbiyyah Dzatiyah yang tak pernah setel...
-membantutkan kerja2 kita...(adakah kita golongan yang tercicir?)....ana rasa x boleh lah itu ini...ana banyak dosa...(wah! cam orang lain maksum?)....masalah sendiri....setelkan dengan Allah...insyallah...
13.Tulis blog panjang lebar....main facebook 'kejap2' / 'kejap'...
-adakah beri manfaat kepada dakwah atau bazirkan masa?...tepuk dada tanya iman.
so? ada beza ker kita ngan non-tarbiyyah people? ... hurm
wallahu`alam
NAUZUBILLAH MIN ZALIK...fuh...tui!
Posted by fatahensem at 3:26 PM 0 comments
Labels: tazkirah
Sunday, August 15, 2010
Sinetron KCB Special Ramadhan, best !
nnti ana tnya orang yang dah layan citer ni ... katanya best...wassalm
..........
ustaz hazli...apa citer?...kongsi la sket kat blog enta...ana tolong promotekan jer...enta kata best...boleh r gitau summary citerny....
p/s: baik layan citer cani walaupun.. Indon tp Islamik...kat Malaysia...citer cani x maju lagi...ayuh...ikhwah dan akhawat...sahut cabaran ini...sape lagi yang akan mengisi 'kekosongan' filem / media di negara kita....? kalau bukan geng2 kita...
wallahu`alam
Posted by fatahensem at 9:26 AM 0 comments
Labels: tazkirah
Wednesday, August 11, 2010
KepadaMu Kekasih
KepadaMu Kekasih
Artist: M Nasir
KepadaMu Kekasih
Aku berserah
Kerana ku tahu Kau lebih mengerti
Apa yang terlukis di cermin wajahku ini
Apa yang tersirat di hati
Bersama amali
KepadaMu Kekasih
Aku bertanya
Apakah Kau akan menerimaku kembali
Atau harus menghitung lagi
Segala jasa dan bakti
Atau harus mencampakku ke sisi
Tanpa harga diri
Hanya padaMu Kekasih
Aku tinggalkan
Jawapan yang belum ku temukan
Yang bakal aku nantikan
Bila malam menjemputku lena beradu
KepadaMu Kekasih
Aku serahkan
Jiwa dan raga
Jua segalanya
Apakah Kau akan menerima penyerahan ini
Apakah Kau akan menerimaku
Dalam keadaan begini
Posted by fatahensem at 11:04 PM 0 comments
Labels: tazkirah


