alhamdulillah ... Allah swt memberikan aku merasai nikmat musafir ... mengembara melihat kebesarannya ... lan ansa abadan abada...
susah untuk aku ungkapkan dengan kata2...perasaan rindu berkecamuk didalam jiwa ... rindu kepada ilmu2 agama .. rindu kepada suasananya....
mungkin suasananya yang mudah mendapat ilmu .... jika dibandingkan dengan di sini .... seperti yang aku ceritakan pada post yang lepas...haza sakanina - ini tempat tinggal kami
amama sakan - depan tempat tinggal
masjid rais , abdullah saleh - masjid PM yamandalam masjid rais
madhghout - nasi pergh sedap abes...
kebab baladi - bab al-yaman
asir faraulah - jus strawberry ..uhh sedap yang amat ...ustaz adel sabry - man minkum min IM ?...
ana ashtaq laka ya ustaz...
to be continued...
Wednesday, January 26, 2011
marratan thani ilal yaman insyallah !
Posted by fatahensem at 4:07 AM 1 comments
Labels: tazkirah
Saturday, January 22, 2011
jasadi fi maliziya walakin ruhi fi yaman
...alhamdulillah .... segala puji bagiNya yang memberikan nikmat iman dan islam ....
berhijrahlah ... kerana berhijrah itu baik untuk kita ... kesyumulan islam itu x dapat dikecap melainkan berhijrah dan mengaplikasikannya di bumi selain tempat tumpah darah kita sendiri ....
Alhamdulillah ana uhibbuka ya yaman ... mumkin marratan thani ila hunak ... saakhuz ruhi hunak ... linnani taraktu ruhi hunak..... wa jasadi huna...
tiada yang lebih indah di dalam hidup ini ... apabila hidup didalam biah islamiah ...apabila melihat syuyukh2 menghabiskan masa di masjid Kabir Babul Yaman dengan membaca dan menghafaz quran ...
bertalaqi bersama syeikh di kala subuh dan maghrib menjelma di masjid Khalid al-walid...
dan juga kuliyyah2 agama setiap waktu dan di setiap ceruk tempat...
melihat anak2 kecil menghafaz quran sejak berumur 4 tahun ...
ikramu dhuyuf warga yaman yang tiada di negaraku...
dan pemandangan yang automatik mampu menundukkan pandangan dan menjaga hati kami (lelaki) , apabila nisa` yaman yang berjubah serba hitam ... tidak kelihatan melainkan mata mereka sahaja....
tiada hiburan seperti di negaraku sendiri ...
sungguh ... aku merinduimu Yaman ,rindu yang sungguh mendalam ... cuacanya , udaranya , dan bi`ahnya ...
apa lagi yang lebih boleh mengembirakan hatiku selain daripada menjadi seorang hafiz...
6 juzuk yang aku hafal selama ini x mencukupi ... ilmu yang ada dibuku ...x berada dihatiku ...
mungkin inilah penangan cinta .... aku ingin berhijrah .... berhijrah ... mencari ketenangan dalam hidup ini...
...Ya Allah .... sampaikanlah aku ke Yaman untuk kali yang kedua ... mencari ilmuMu , menyucikan jiwaku dengan firman2Mu dan hadith RasulMu...dan menjadikanku hambaMu yang soleh...
ya Allah bantulah aku dari segi zahir dan batin ...
wallahu musta`an wa la haula wa la quwwata illa billah...
Posted by fatahensem at 8:13 PM 0 comments
Labels: tazkirah
Thursday, January 20, 2011
lemahnya iman kita hari ini
http://epugi.wordpress.com/2007/09/25/tanda-tanda-lemah-iman-dan-kiat-mengatasinya/#comment-1347
Tanda-tanda Lemah Iman dan Kiat Mengatasinya
6 Komentar Posted by Esa pada Selasa, 25 September 2007
Keimanan manusia tidak seperti malaikat. pun juga seperti iblis la’natullah. Keimanan Manusia selalu dinamis, naik dan turun, sebagaimana sabda nabi Muhammad,” Al imanu yajiidu wa yanqus, jadiidu.” yang artinya
iman itu kadang naik dan kadang turun, maka perbaharuilah selalu iman itu. Berikut Tanda-tanda Lemahnya Iman seseorang ;
1. Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa bersalah
2. Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur’an
3. Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti terlambat untuk melakukan shalat
4. Meninggalkan sunnah
5. Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam kebaikan dan sering gelisah
6. Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat Al-Qur’an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya dan janji-janjiNya tentang kabar baik.
7. Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah
8. Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan bertentangan dengan syari’ah
9. Menginginkan jabatan dan kekayaan
10. Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang dikaruniakan oleh Allah
11. Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya.
12. Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan semestinya
13. Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan tidak menghindari yang makruh
14. Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil, seperti membersihkan masjid
15. Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin
16. Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu demi kemajuan Islam
17. Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti menangis dan meratap-ratap di kuburan
18. Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa memiliki bukti
19. Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi kebendaan
20. Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri
Hal-hal berikut dapat meningkatkan keimanan kita:
1. Tilawah Al-Qur’an dan mentadabburi maknanya, hening dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Allah sedang berbicara dengan kita.
2. Menyadari keagungan Allah. Segala sesuatu berada dalam kekuasaannya. Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan malam sekalipun.
3. Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu dengan benar. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu.
4. Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat Allah. Malaikat mengelilingi majels-majelis seperti itu.
5. Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan secara kontinyu.
6. Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.
7. Mengingat fase-fase kehidupan akhirat, fase ketika kita diletakkan dalam kubut, fase ketika kita diadili, fase ketika kita dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka.
8. Berdo’a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah. Merasa kecil di hadapan Allah.
9. Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala harus kita tunjukkan dalam aksi. Kita harus berharap semoga Allah berkenan menerima shalat-shalat kita, dan senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum tidur, seyogyanya kita bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita sepanjang hari itu.
10. Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran. Iman seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun dengan melakukan perbuatan buruk.
Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.
(posted by herynet )
Source: percikan iman
Posted by fatahensem at 8:05 PM 0 comments
Labels: tazkirah
Tuesday, January 18, 2011
Su` Zhon - buruk sangka sesama kita
Allah ‘Azza wa-Jalla telah mengharamkan sikap buruk sangka terhadap sesama mukmin, kerana ia akan menyebabkan timbulnya fitnah, bukan sahaja di antara seseorang individu dengan individu yang lain tetapi juga dalam anggota Jamaah Islamiyah. Apabila sikap terkutuk ini terdapat di kalangan anggota jamaah ia boleh mengwujudkan perasaan saling tidak percaya, saling meragui, benci-membenci, pertelingkahan, perpecahan dan akhirnya bermusuh-musuhan di antara sesama Islam.
Allah Subhanahu wa-Ta’ala mengharamkan hambaNya yang beriman dari menyimpan perasaan persangkaan atau sangka-sangka buruk terhadap Allah dan terhadap saudara-saudaranya yang seagama. Malah Allah mengharamkan juga segala unsur, bibit atau segala punca yang boleh menyebabkan timbulnya rasa buruk sangka di kalangan anggota Jamaah Islamiyah. Pengharaman ini telah ditegaskan di dalam al-Quran dan hadith-hadith Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam sebagaimana firman Allah dan sabda Nabi:
يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَلاَ تَجَسَّسُوْا وَلاَيَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَاْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيِّتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ وَاتَّقُوْا اللهَ اِنَّ اللهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
"Hai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain. sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kamu kepada Allah. Sesunguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang". AL-HUJURAAT, 49:12.
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِيَّاكُمْ وَالظَّنِّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَجَسَّسُوْا وَلاَ تَحَسَّسُوْا وَلاَ تَنَافَسُوْا وَلاَ تَحَاسَدُوْا وَلاَ تَبَاغَضُوْا وَلاَ تَدَابِرُوْا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا
"Dari Abi Hurairah berkata: Bersabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam: Aku peringatkan kamu dari prasangka sesungguhnya prasangka itu adalah bisikan yang paling bohong. Dan janganlah kamu mencari-cari rahsia (kelemahan, ke’aiban dan keburukan saudaranya), janganlah merasa-rasakan (yang bukan-bukan), janganlah kamu melakukan pertengkaran, jangan berhasad (dengki), jangan berbenci-bencian, janganlah membelakangkan (saudaramu seagama). Dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara". H/R al-Bukhari.
p/s : kenapa masih ada diantara daripada kita yang berburuk sangka ? ... adakah kita merasakan kita lebih baik daripada orang lain ? contoh senang ... kalau ikh/akh x pergi program kita kata dia futur , kalau ikh/akh x datang usrah kita kata dia futur ... dan macam2 lagi...
Apa lebih kita daripada ikh/akh itu untuk mengatakan itu dan ini ....
ingatlah wahai diri2 yang mengaku ikh/akh semua...
Posted by fatahensem at 5:12 PM 0 comments
Labels: tazkirah
Saturday, January 15, 2011
isteri - wanita solehah.

bermula dengan niat
Kerana pernikahan itu harus bersandarkan sunnah, maka saksikan sendiri
syarat-syarat daripada Rasullah SAW;
“Wanita itu lazimnya dinikahi kerana empat perkara:
i)kerana hartanya
ii)kerana keturunannya
iii)kerana kecantikannya
iv)kerana agamanya
maka pilihlah yang mempunyai agama, (jika tidak) maka binasalah
engkau.”(Hadith riwayat Bukhari dan Muslim)
Posted by fatahensem at 2:04 AM 0 comments
Labels: peringatan untuk member
Sunday, December 26, 2010
Wednesday, November 10, 2010
Cinta - Takdir atau UjianNya
Original Post from ataphijau.com
Kisah 1:
Lelaki ini adalah think tank di dalam Perang Khandaq. Di Madinah, seorang muslimah telah mengambil hatinya…
Bukan sebagai kekasih..tetapi sebagai pilihan hati. Pilihan menurut perasaan yang halus dan suci..pilihan untuk dinikahinya.
Tetapi Madinah adalah tempat yang asing baginya. Madinah memiliki adat, bahasa, dan wajah-wajah yang belum begitu dikenalinya. Pemuda itu berfikir, melamar seorang gadis tempatan tentu menjadi urusan yang pelik bagi seorang pendatang.
Mestilah perlu ada seorang yang akrab dengan tradisi di Madinah berbicara untuknya dalam khithbah…
Maka pemuda ini menyampaikan isi hatinya kepada sahabat Ansar yang dipersaudarakan kepadanya, Abu Dharda’.
“Subhanallah, walhamdulillah ..”, girang Abu Dharda’ mendengarnya.
Maka setelah dilakukan segala persiapan, beriringanlah kedua sahabat itu menuju ke sebuah rumah di penjuru kota Madinah.
Rumah seorang wanita yang solehah lagi bertaqwa.
“Saya adalah Abu Dharda’ dan ini adalah saudara saya, Salman seorang Parsi. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah SAW, sehingga baginda menyebut beliau sebagai ahli baitnya. Saya datang untuk mewakilisaudara saya ini melamar puteri anda untuk disunting”, fasih Abu Dharda’ menutur bicaranya.
“Adalah satu penghormatan bagi kami menerima anda berdua, sahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah penghormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang sahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak menerima ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami”. Tuan rumah memberi isyarat kea rah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan penuh debaran.
“Maafkan kami kerana terpaksa berterus terang”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang berbicara mewakili puterinya. “Tetapi kerana anda berdua yang datang, maka dengan mengharap redha Allah saya menjawab bahawa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Dharda’ juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menerima pinangan itu.”
Jelas sekali. Sikap terus terang yang begitu mengejutkan, ironi dan indah! Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya!
Ya, memang mengejutkan dan ironi. Apa yang indahnya?? Yang indahnya adalah reaksi Salman. Bayagkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat di dalam hati.
“Allahu Akbar!!” seru Salman. “Semua mahar dan nafkah yang telah ku sediakan akan aku serahkan kepada Abu Dharda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”
Cinta memang tak harus memiliki…
Kisah 2:
Lelaki ini adalah sebaik-baik raja. Pemerintah selepas Khalifah Ali bin Abu Talib…
Hatinya bergetar dan ia tahu dia telah jatuh cinta.. Pada seorang muslimah solehah, iaitu rakyatnya sendiri
Tiada ada yang istimewa pada wanita itu dari segi kecantikannya. Namun itu lah yang membuatnya jatuh cinta.
Maka dengan kekuasaanya ia menikahi wanita itu…
Tapi dia tidak tahu yang dia tak pernah mampu menikahi hati wanita itu.
Wanita itu telah melatakan hatinya pada pemuda desanya….
Hingga di keheningan malam di 1/3 terakhir, terdengarlah olehnya bait-bait puisi dalam lantunan doa…. Tentang kerinduannya pada pemuda desa itu…
Dia sedar. Ini adalah deklarasi jiwa isterinya. “Aku Tak Mencintaimu”
Maka dengan berat hati. Dia menceraikan isterinya.
Lelaki ini adalah Muawiyyah bin Abu Sufyan. Duta pertama dari Rasulullah SAW yang datang dan melaporkan keadaan Kepulauan Nusantara kepada Nabi SAW
Cinta memang tak harus memiliki…
Kisah 3:
Lelaki ini adalah ideologi Ikhwanul Muslimin. Orang nombor dua yang sangat berpengaruh setelah Hasan Al-Banna, pada harakah itu..
Ia adalah lelaki soleh. Dulu dia pernah jatuh cinta pada gadis desanya. Namun gadis desa itu menikah.. 3 tahun setelah lelaki ini pergi belajar ke luar negeri untuk belajar. Hal ini membuat ia sedih namun ia tidak mahu larut dalam kesedihannya.
Kisah cintanya mulai dari awal lagi. Ia kemudian jatuh hati pada wanita Cairo. Meskipun tidak terlalu cantik, ia tertarik pada gelombang unik yang keluar dari sorot mata wanita tersebut.
Tapi pengakuan bahawa gadis tersebut pernah menjalin cinta dengan lelaki lain, membuat runtuh cinta lelaki ini.
Ia hanya ingin wanita yang benar-benar perawan, baik fizikal mahupun hatinya. Akhirnya ia membatalkan niatnya menikahi gadis tersebut. Hal ini membuat lelaki itu sedih cukup lama….
Sampai kemudian ia putuskan untuk menerima kembali wanita tersebut. Namun apa yang terjadi? Ditolak. Inilah yang kemudian membuat lelaki itu menulis roman-roman kesedihannya.
Yang luar biasa adalah, lelaki ini sedar dirinya berada dalam alam realiti. Bukan dalam dunia ideal yang indah dan ideal.
Kalau cinta tidak mahu menerimanya, biarlah ia mencari sumber kekuatan lain yang lebih hebat dari cinta. “Allah”.
Kekuatan itulah yang kemudian membawanya ke penjara selama 15 tahun. Menulis karya agungya Tafsir “Fi Zilaalil Qur’an”
Dan syahid di tiang gantungan. Sendiri!!! Tidak ada air mata, tidak ada kecupan, tidak ada sentuhan wanita. Benar-benar sendirian!!
Lelaki ini adalah Sayyid Qutb.
Lelaki yang Allah Maha Tahu… Bahawa dirinya lebih dihajatkan langit… Daripada wanita bumi….
Cinta memang tak harus memiliki…
Kisah 4:
Lelaki ini adalah Khalifah ke empat, setelah Usman bin Affan…
Dia memandang seorang budak perempuan. Di pelataran rumah seorang sahabatnya…
‘Aisyah binti Thalhah, nama gadis itu…
Maka teringatlah kembali kenangan tentang sahabatnya itu ….Thalhah..
Thalhah lah lelaki yang mengatakan pada perang Uhud..
“Khudz bidaamii hadzal yauum, hattaa tardhaa…”.“ Ya Allah, ambil darahku hari ini sekehendakMu hingga Engkau redha.” Tombak, pedang, dan panah yang menyerpih tubuh dibiarkannya, dipeluknya badan sang Nabiseolah tak rela seujung bulu pun terkena.
Tapi ia juga yang membuat Arasy Allah bergetar dengan perkataannya. Maka Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat 53 surat Al Ahzab.
Ini di sebabkan ketika Thalhah berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya.
Rasulullah datang, dan wajah beliau seperti tidak suka. Dengan isyarat, baginda SAW meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik.
Wajah Thalhah merah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati, “Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”
Maka bergetarlah langit..
“Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”
(QS Al Azhab 53)
Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Dia lalu memerdekakan hambanya, menyumbangkan 10 untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya.
Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan nama ‘Aisyah.
‘Aisyah binti Thalhah. Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya. Persis seperti ‘Aisyah binti Abu Bakar yang pernah dicintai Thalhah.
Cinta memang tak harus memiliki…
Pada Salman..
Pada Mu’awiyyah
Pada Sayyid Qutb
Pada Thalhah
Kita belajar bahawa cinta itu harus diletakkan di tangan, bukan di hati kerana sebelum akad diucapkan, tidak ada hak pada dirimu akan wanita yang engkau cintai itu…..!!
Engkau hanya punya doa dan ikhtiar. Selanjutnya biarlah Allah yang menentukan akhir kisah kita…..
Tiada air mata untuk mengenang kegagalan cinta mereka..
Yang ada hanyalah air mata dalam doa-doa mereka. Semoga Allah memberikan gantinya yang lebih baik.. Lebih dari segala-galanya. .Dibanding wanita itu…..
Posted by fatahensem at 8:27 AM 0 comments


